Pesanku di atas Paksi

Aku berdiri di bima sakti, tapi aku jarang untuk cenderung ke sisi, ketika aku berbicara yang Ku lihat gelap belaka, yang Ku rasa angin semata, ingin Ku langkah tapi takut tersadung, ingin ku undur takut terlentang, pada siapa nak aku berpaut, pada apa nak aku berpegang terkadang ku terfikir anduh juga tak mampu menahan patah yang lumpuh, ahhh! Persetan saja segala janji, pedulikan saja segala budi.. Yang ku ingin kau dengar suara kami, yang ku mahu, kau berdiri di laras ini.. Bukan empuk kerusi mu yang menjadi saksi, bukan pena kamu yang berdiri nanti.. Sang algojo datang menandakan habis, persiapkan saja semua jawapan bocor.. Janganlah gentar menjawab ujian, jika kau benar bersama sifat. Hanya satu pesan dari penulis cilik sepertiku, andai kau benar, jalankan ketelusan mu... Biar berat di paksi ini, agar mudah di masa abadi.

Comments

Popular posts from this blog

GILA ISIM ITU BAHAYA.

Cerpen: Erti sebuah Ikatan

Dirogol JIN tanpa sedar.